Berlainan Kultur? Why Not

shockSecara alamiyah sentiment buruk akan menyertai seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu diluar norma yang dianutnya sehari-hari. Penilaian baik buruk yang telah terhabituasi akan beerhadapan dengan nilai lain yang juga telah terhabituasi. Shock Culture, barangkali itulah bahasa yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi dimana terjadinya gap nilai yang dianut seseorang dengan orang lain yang berlainan kultur. Baca Selengkapnya

Kata Pengantar Tugas Akhir D3-ku (Semoga cepet beres S1-nya, hehe)

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan praktik kerja lapang. Laporan  ini  merupakan  informasi  dari kegiatan  praktik  kerja  Lapang  (PKL) yaitu implementasi sistem kendali akses administrator router Cisco 1841 menggunakan AAA danRADIUS serverdi laboratorim jaringan Fisika IPB yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2011 sampai dengan 12 Mei 2010.

Penulis  ingin  mengucapkan  banyak  terima  kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga kegiatan PKL dapat terlaksana dan laporan ini dapat selesai tepat pada waktunya, antara lain kepada:

  1. Allah SWT atas rahmat dan karunia yang diberikan sehingga penulis mampu melaksanakan kegiatan PKL dengan baik dan lancar.
  2. Ayahanda Endang Muchlis (alm.) dan Ibunda Etih Rochayati atas segala dorongan moril dan materil yang tiada henti selama penulis menjalankan studi. Adinda Halida Rahmi Luthfianti dan Annisa Rahma Luthfia atas motivasi yang diberikan kepada penulis.
  3. Ibu Shelvie NN, S.Kom, M.Si sebagai Koordinator Program Keahlian Teknik Komputer. Bapak Mahfuddin Zuhri, M.Si. sebagai dosen   pembimbing PKL sekaligus dosen pembimbing lapangan yang telah memberikan pengarahan  selama kegiatan PKL dan penyusunan laporan ini. Bapak Hendra Rahmawan, S.Kom, M.T. sebagai dosen penguji.
  4. Rekan-rekan Teknik Komputer 45, khususnya teman-teman lab Awaludin A Z, Feri Irdana W, Giri Umbara F, dan Permadhi Santosa.
  5. Rekan-rekan seperjuangan Pelajar Islam Indonesia (PII) se-Jawa Barat yang telah memberikan banyak pengalaman dan inspirasi kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Bogor, Juni 2011

Arief Luthfi Aulia

Sebuah Janji Untuk Ki Bagus Hadikusumo*

Ki Bagus Haikusumo

Sudah 67 tahun berlalu, apa yang kita namakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun sejalan dengan proklamasi tersebut, masih juga mengganjal dihati –bagi sebagian umat yang menyadari-sebuah kesepakatan yang tidak tertunaikan. Sebuah perjuangan yang digugurkan sebelum dilahirkan. Gentlemant’s Agreement bernama Piagam Jakarta. Sebuah kesepakatan yang bernilai harganya bagi umat Islam, karena mengandung pernyataan tertulis sebuah negara untuk menegakkan syariat Islam. Sebuah pernyataan yang sepantasnya juga kita pertanyakan kembali kehadirannya. Karena ternyata dibangunnya sebuah dasar negara bernama Pancasila bukan hadir dengan kata bulat sepakat belaka. Melainkan proses perdebatan panjang yang tak kunjung usai mulai dari sidang BPUPKI, disepakati bersama untuk sementara, dilanjutkan pada sidang konstituante hingga diputus paksa oleh dekrit Presiden Soekarno 1959. Baca Selengkapnya

Operator Matematika dan Fenomena Budaya

Simbol Matematika

Simbol Matematika

Sejak Sekolah Dasar tentunya kita sudah akrab dengan yang namanya operator matemtaika, siapa yang tak kenal dengan empat symbol ini (x / + -)? Yap, kali, bagi, tambah, dan kurang. Semua sudah hafal apa efek yang akan ditimbulkan jika kita memanipulasi angka menggunakan empat symbol ini.

Okeh mari kita flashback sejenak mengingat soal-soal yang ibu/bapa guru kita berikan saat kelas 3 SD (kalau tidak salah).

a. 3 x 2 + 4 / 2 – 1 = …       b. 6 – 4 / 2 + 5 = …             c. 2 + 4 / 2 – 3 = …. Baca Selengkapnya

Perfect Life

Fabiayyi ‘ala irrobikuma tukadziban

Alhamdulillah, Allah SWT masih ngasih kesempatan gw buat nulis di blog ini. Ga kerasa ternyata udah lama juga gw ga ngungkapin isi kepala yang udah numpuk di media public ini. FYI aja, tulisan ini sebenernya cuma tulisan “penyela” diantara tulisan-tulisan gw yang “so serius” n ga kelar-kelar *GarukKepala*. Mudah-mudahan tulisan yang “so serius” itu bisa cepet kelar n tentunya bisa cepet di publish juga. :-) Baca Selengkapnya

Drawing with Primitive Object : Antara Rela dan Tidak Rela

Inilah kali kedua saya memposting tulisan dengan tema yang berkaitan dengan bidang ilmu yang sedang saya geluti hari ini, sssstttt tapi ada perbedaan yang cukup “radikal” loh dalam postingan kedua ini dibanding postingan pertama (lebai dikit, hehehe). Perbedaannya bukan pada konten tulisan, tapi lebih pada “feel” saat menulis tulisan ini.

Postingan yang pertama bisa berada dalam jajaran tulisan blog saya bukan karena kerelaan diri yang ingin mengaktualisasikan sebagian potensinya, namun karena tuntutan akademik + males bikin blog lagi. Bapa dosen yang saya cintai mengahruskan tugas review website di upload ke blog pribadi. Zzzzzzz Baca Selengkapnya

Tugas IMK : Review Website.

Pada sistem yang memerlukan pengolahan 4.8 juta laya per tahun, hasil analisis menetapkan jika faktor kejelasan yang jelek maka pengguna layar dipaksa menghabiskan satu detik ekstra per layar, konsekwensinya diperlukan tambahan satu orang per tahun untuk menyelesaikan semua layar, jika waktu ekstra yang diperlukan untuk mengakses sebuah layar adalah 5 detik maka diperlukan tambahan 4 orang per tahun.[1] Berdasrakan ungkapan diatas tampilan layar yang usable menjadi sangat penting. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah website yang saya anggap “kuarang akrab dan ramah” bagi pengguna.

Website yang akan saya bahas adalah website Polri (Kepolisian Republik Indonesia) www.polri.go.id, berikut ini adalah halaman utama website-nya. Pada halaman utama ini jika di-scroll ke bawah maka kita akan menemukan tulisan “Status SMS Polri 1120″. Baca Selengkapnya

Memutar Balik Jarum Jam Tradisi Bohong (Oleh: Hamdan Juhannis)

Tulisan ini dibuat oleh Hamdan Juhannis, Guru Besar Ilmu Sosiologi UIN Alaudin, Mataram; Anggota Dewan Indonesian Public Integrity Education Network. Saya mendapatkan tulisan ini dari blog Pa Julio (dosen Ilmu Komputer IPB). Semoga dapat menjadi renuangan kita semua.

Pada waktu ujian semester Mata Kuliah Sosiologi di sebuah kelas S1 UIN Alaudin beberapa hari lalu, saya datang memberi ujian sendiri. Ketua kelas meminta para mahasiswa mengatur kursinya secara berjarak. Namun saya memotongnya bahwa mereka tidak perlu melakukan itu. Saya mengatakan, “Kalian duduk seperti biasanya.” Saya bercanda: “Kalau mau lebih mepet lagi, silakan Anda lakukan,” yang disambut tawa oleh para mahasiswa. Baca Selengkapnya

Terimakasih

Berharap pada manusia hanya akan memberikan penyesalan, bila harapan itu bertepuk sebelah tangan tentunya hanya sakit yang terasa.

Terimakasih engkau telah mengajarkan begitu banyak pelajaran, kita tidak akan tahu rasanya pahit jika kita sendiri belum pernah merasakan sesuatau yang pahit itu.

Terimakasih atas penjelasan ayat kauniyah yang kau berikan.

Hidup terasa lebih ringan, santai namun lebih bermakna.

Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan. Tunjukanlah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang Kau beri nikmat, bukan (jalan) merekan yang Kau murkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ada tawa di Tekkom

Ntah apa yang ada di fikiran tman-teman saat itu, memanfaatkan kesmpatan ketika saya keluar mengambil infokus untuk mendukung aktivitas perkuliahan sperti biasanya, dan bodohnya pula saya tak mematikan laptop yang sedang aktif mengakses salah satu situs jejaring sosial, tentunya account yang aktif adalah account pribadi saya, ahhh sebenarnya tak mau saya ingat-ingat lagi kejadian itu. Menjadi bulan-bulanan sindiran dosen dan membuat satu kelas ngakak luar biasa. Bayangkan kawan, menulis status tak sepantasnya pada account situs jejaring sosial saya yang sedang aktif tanpa tuannya dan kemudian di posting ,huhh apa kata orang kalau ada yang sempat baca, tapi untnglah tak lama saya kembali dan bergegas mengahpus tulsan itu, Taukah kawan, apa gerangan yang ada di fikiran oarng jika saya tak cepat kembali, emmhh membayangkannya saja membuat keringat dingin bercucuran,hehehehe

Itu baru satu kejadian kawan, entah berapa kali suara tawa tak trkontrol oleh tuannya berkumandang di kelas kami, ahh memang ada-ada saja mereka, sepertinya tak kan habis stok ide-ide gila di otak mereka. Selain imajinasi yang liar, kecerdasan linguistik mereka pun patut di perhitungkan, tak terhitung untuk kesekian kalinya celetukan-celetukan yang mengundang gelak tawa keluar dari mulut mereka. Namun ya itulah kami, manusia-manusia dengan berbagai latarbelakang, daerah, suku, bahasa, tapi yang pasti kita satu cita,satu angan, satuTekkom. Baca Selengkapnya

Antara Kehendak dan Tangan Tuhan

Berangkat dari produktifitas kawan-kawan yang lain dalam me-narikan penanya dan berbuah karya tekstual,rasanya semangtku kembali tumbuh untuk mencurahkan ide dalam sebuah tulisan yang kemarin-kemarin sempat terkubur oleh rutinitas(halahh apologi hehehe)

Yo wis…let’s begin….

Terinspirasi oleh sebuah artikel yang mengangkat fenomena diskursus Jabariyah vs qadariya,yang mungkin apbila kita transformasikan dalam diagram alir tak akan menemui titik akhir, bak lingkaran setan, tak menemui sebuah ujung…tapi ya sudahlah kita tidak akan memperpanjang perdebatan, asal muasal dan semua tek-tek bengek kedua aliran ini.. Baca Selengkapnya

Talk less do more!

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka” (Ali Imran, 190-191)

Ketika dahaga menulis mulai menyekaku, sepertinya tak bisa ditahan oleh apapun termasuk UTS mata kuliah Teknik Hyperteks yang besok akan digelar pukul 10.30 tepat, entah apa yang membuat jari-jemariku seperti kesurupan dan terus bergerak menekan tombol-tombol keyboard laptopku, tapi ya sudahlah walaupun besok adalah hari yang cukup menentukan, namun dahaga ini sudah tak tertahankan. All is well. Baca Selengkapnya

Rasionalisasi Rasa

Terkadang kita tak sadar banyak fenomena irasional yang kita lihat,kita jalani, bahkan kita kerjakan seolah penuh rasa sadar….
Padahal bila kita runut keblakang kadang apa yang kita lakukan tak masuk hitung-hitungan logika…

Analisis sederhnanya, dorongan rasa bermain dsisitu…
Membuyarkan hitungn matematis, 1+1 tak lagi menjadi 2 tapi bsa 3, 4 bahkan 100
Bila gerbang logika and dalam kajian elektronika digital mengisyaratkan bahwa nilai kebenaran akan di dapat hanya bila ad dua variabel yang sama-sama menghasilkn nilai logika 1(1=benar,0=salah),misal x=1,y=1. Read the rest of this entry

Hitungan

51Hitungan itu terhenti di angka 51
Hitungan yang mengantarkan pada dimensi yang berbeda
Namun karya tak akan lekang dimakan hentakan hitungan yang terhenti
Hitungan hanyalah instrument yang mengantarkan pada hakikat
Hakikat hitungan yang tak terhitung
Akhirnya semoga tenang di dunia tak terhitung

Bumi Pakuan, 25 Mei 2011

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.